00:00-24:00
081229170577
081229170577
081229170577
(tidak ada bbm)
admin@wibawajepara.com
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

SEJARAH TENTANG FURNITURE JEPARA

Kamis, Desember 1st 2016.

SEJARAH TENTANG FURNITURE JEPARA

 

     Jauh sebelum adanya kerajaan di tanah Jawa, di ujung utara pulau Jawa sudah ada warga yang percaya bahwa manusia berasal dari wilayah Yunnan Selatan yang kemudian bermigrasi ke selatan.kota Jepara masih dipisahkan oleh selat Juwana. Awalnya nama dari kota Jepara berasal dari kata-kata Edge, Edge Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti permukiman, tempat para pedagang menuju berbagai daerah. Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M) mencatat bahwa pada tahun 674 Masehi, musafir China bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kalinga (Kaling), atau juga dikenal sebagai Jawa atau Japa, dan diyakini berlokasi di Keling , Jepara paling  timur . Kerajaan ini dipimpin oleh seorang wanita bernama Ratu Shima, raja yang dikenal sangat tegas dan berwibawa.

Menurut seorang penulis Portugis, Tomé Pires, dalam Suma Oriental, Jepara baru dikenal yang pada abad 15 (1470 M) sebagai pelabuhan perdagangan kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada di bawah pemerintahan Demak. Kemudian, Aryo Timur digantikan oleh putranya bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun sebuah kota Jepara. Pati Unus dikenal sangat gigih melawan Portugis di Malaka yang menguasai rantai perdagangan di kepulauan. Setelah Pati Unus meninggal, ia digantikan oleh ipar Faletehan, yakni Fatahillah, yang berkuasa pada 1521-1536. Kemudian tahun 1536 oleh sultan penguasa Demak, Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan putri Ratu Retno Kencono dan Pangeran Ladies, suaminya. Akan tetapi, setelah kematian Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan, Jawa Timur, pada 1546, insiden perebutan takhta kerajaan Demak amukan berakhir dengan kematian Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada 1549. Kematian ini membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah pembunuhan Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari biara dan menjadi penguasa Jepara. Ia diresmikan oleh Ratu Kalinyamat, dengan gelar NIMAS.

Sejarah Ukir Jepara :

Sejarah Ukir Jepara Ukiran Jepara sudah ada sejak masa Pemerintahan Ratu Kalinyamat (1521-1546) pada 1549. Ratu mempunyai anak perempuan bernama Retno Kencono yang besar peranannya bagi perkembangan seni ukir. Di kerajaan, ada menteri bernama Sungging Badarduwung, yang datang dari Campa (Cambodia) dan dia adalah seorang pengukir yang baik. Ratu membangun Masjid Mantingan dan Makam Jirat (makam untuk suaminya), dan meminta Sungging untuk memperindah bangunan itu dengan ukiran. Sungging lalu memenuhi permintaan Ratu Kalinyamat. Hingga sekarang, ukiran itu bisa disaksikan di masjid dan Makam Sultan Hadlirin yang terdapat 114 relief pada batu putih. Daerah Belakang Gunung konon terdapat kelompok ukir yang bertugas melayani kebutuhan ukir keluarga kerajaan. Kelompok ukir itu kemudian mengembangkan bakatnya dan tetangga sekitar ikut belajar dari mereka. Jumlah pengukir tambah banyak. Pada masa Ratu Kalinyamat kelompok mereka berkembang. Namun, sepeninggal Ratu Kalinyamat Dan kemudian berkembang lagi pada masa Kartini.

Satu pencitraan yang telah begitu melekat dengan Jepara adalah predikatnya sebagai “Kota Ukir”. Ukir kayu telah menjadi idiom kota kelahiran Raden Ajeng Kartini ini, dan bahkan belum ada kota lain yang layak disebut sepadan dengan Jepara untuk industri kerajinan mebel ukir. Akan tetapi, untuk sampai pada kondisi seperti ini, Jepara telah menapak perjalanan yang sangat panjang. Sejak jaman kejayaan Negara-negara Hindu di Jawa Tengah, Jepara telah dikenal sebagai pelabuhan utara pantai Jawa yang juga berfungsi pintu gerbang komunikasi antara kerajaan Jawa dengan Cina dan India.

Untuk menunjang perkembangan seni ukir Jepara yang telah dirintis oleh Raden Ajeng Kartini, pada 1929 timbul gagasan dari beberapa orang pribumi untuk mendirikan sekolah kejuruan. Tepat pada tanggal 1 Juli 1929, sekolah pertukangan dengan jurusan mebel dan ukir dibuka dengan nama “Openbare Ambachtsschool” yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Teknik Negeri dan Kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri.

BIODATA R.A KARTINI :

Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini | Kartini

Tanggal Lahir  : Jepara 21 April 1879

Tempat Lahir   : Jepara, Jawa Tengah

Wafat                    : 17 September 1904, Rembang , Jawa tengah

Ayah               : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat

Ibu                  : M.A Ngasirah

Suami              : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat

Anak                : Raden Mas Soesalit


Raden Adjeng Kartini atau Raden Ayu Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun beliau adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi sosok Pahlawan Nasional Pejuang Emansipasi wanita

Dengan adanya sekolah kejuruan ini, kerajinan mebel dan ukiran meluas di kalangan masyarakat. Makin banyak pula anak yang masuk sekolah ini agar mendapatkan kecakapan pada bidang mebel dan ukir. Di sekolah ini diajarkan berbagai macam desain motif ukir serta ragam hias Indonesia yang pada mulanya belum diketahui oleh masyarakat Jepara. Tokoh-tokoh yang berjasa dalam pengembangan motif lewat lembaga pendidikan ini adalah Raden Ngabehi Projo Sukemi, yang mengembangkan motif Majapahit dan Pajajaran, serta Raden Ngabehi Wignjopangukir, yang mengembangkan motif Pajajaran dan Bali.

Rp (Hubungi CS)
Limited
Rp (Hubungi CS)
Sale
Rp (Hubungi CS)
Limited
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)

TOKO ONLINE TERPERCAYA

Testimoni

  • bambang-bogor

    Rekomendasi sekali...

  • haniya-Banjarmasin

    Terimakasih pak beberapa furniture saya sudah tiba di Banjarmasin .pengerjaanya rapi

  • ibu zidni-pemalang

    matursuwun pak barangnya sudah sampai dengan selamat dan aman,

  • hendra-Denpasar bali

    terimakasih pak wibawa pesanan sudah sampai di bali barang aman terkendali ,semoga bisa next order lagi ah,hehehe

  • ahmad Zani-jakarta

    Trimakasih pak didik wibowo, sofanya sudah nyampe di jakarta,barangnya juga bagus sekali,sesuai harapan,

  • Didik wibowo-

    Trimakasih juga tlah berbelanja di toko kami

  • Didik wibowo-

    Sama2 pak ,trimakasi juga tlah berbelanja produk furniture dari kami

  • Didik wibowo-

    Hehh,Sama2 bu ,di tunggu next ordernya

  • Didik wibowo-

    Hehh,Sama2 bu ,di tunggu next ordernya

  • Didik wibowo-

    Hehe iya pak di tunggu next order nya ,:)

Semua Testimoni